15 Rekomendasi Game Perang Multiplayer PC Terbaik yang Wajib Dimainin Sekarang

- Sabtu, 30 April 2022 | 20:28 WIB
Credit: Darkflow Software, Gaijin Entertainment
Credit: Darkflow Software, Gaijin Entertainment

Diorama.id – Kamu yang demen banget game perang khususnya multiplayer di PC tentu ngga asing lagi dengan beberapa judul seperti CSGO atau Battlefield. Meskipun keduanya sama, tapi sensasi yang mereka tawarkan sangatlah berbeda.

Sejatinya game perang bisa dieksplorasi dari banyak sisi, mulai dari bagaimana aksi para tentara menghancurkan lawan melalui strategi, arcade yang hanya tembak-tembakan saja, hingga bagaimana kamu bisa menikmati perang ala film Michael Bay yang penuh ledakan dan kehancuran.

Tentu saja ragam game perang khususnya tembak-tembakan masih bisa dipecah lagi ke berbagai hal seperti bagaimana mekanik pertempurannya, gunfight yang crispy, atau kecepatan permainannya.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Game Terbaru yang Dirilis April 2022, Minggu Terakhir

Dua judul game perang multiplayer yang kami sebut di atas hanya segelintir dari banyaknya game perang yang ada di PC. Masih banyak game perang yang bisa kamu nikmati meskipun punya genre dan mode yang sama tapi berbeda.

Apa aja? Yuk simak daftar rekomendasi game perang multiplayer PC terbaik yang wajib kamu mainin di bawah.

Ohya, karena artikel ini sangat panjang, kamu disarankan buat klik link ini biar bisa baca lengkap dari atas sampe bawah tanpa page sama sekali. Tenang, ini bukan link scam kok, sengaja kami cantumin biar gampang aja bacanya tinggal scroll ke bawah. Kita tau keresahanmu baca artikel super panjang tapi banyak page-nya yang bikin kamu keganggu iklan terus.

Baca Juga: 5 Game PC Gratis Permanen Terbaru April 2022 – Minggu Terakhir

 

15.Battlefield Series

Battlefield bisa dibilang salah satu game perang multiplayer PC terbaik yang punya arena super besar dengan rasa yang mirip perang sungguhan.

Meski sempat gagal di seri terbaru yakni 2042, namun ngga bisa dipungkiri game buatan DICE ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah dibuat.

Permainannya simple, kamu akan memilih salah satu dari dua faksi dalam satu map luas dan bertempur bersama 32 player dalam satu arena. Ngga cuman itu, tiap map dan area bisa dihancurkan sejak seri Bad Company.

Puncak dari mekanik kehancuran salah satu gedung atau area ini ada di Battlefield 4 di mana kamu bisa ngeratain gedung pencakar langit. Iya, beneran bisa rata dari berdiri sampe rata sama tanah.

Kamu juga bisa ngendarain tank, pesawat jet, sampe helikopter yang konon katanya jika kamu ahli banget ngendaliin helikopter kamu bisa ngeratain musuh yang ada di depanmu.

DICE juga sempet bikin mode commander di mana kamu nanti jadi komandan dan ngga perlu masuk dalam game-nya. Tapi kamu bakal bantuin tim-mu buat menang dengan ngasih supply drop sampe UAV / radar.

Beberapa modenya cukup sederhana, namun yang paling terkenal adalah Conquest, di mana kamu akan bertempur memperebutkan poin A, B, C, D yang terkadang sampai H tergantung seberapa luas map-nya.

Mode lain adalah Rush yang berubah nama jadi Frontline karena adanya penggabungan mode Conquest dan Rush. Di mode ini kamu akan bisa pertahanin poin dari serangan tim yang jadi attacker, jika attacker sukses ngancurin poin, maka defender harus mundur ke poin selanjutnya.

Sayang, Battlefield 2042 yang janjikan perang lebih besar dengan 64 player bisa dikatakan flop karena ngga dikerjain oleh tim orisinal DICE yang kembangkan seri game-nya di masa lalu dan ninggalin banyak hal standar FPS pada umumnya saat rilis.

 

14.Counter Strike Global Offensive

Berawal dari mod Half Life, Counter Strike Global Offensive atau CSGO adalah gabungan dari dua seri terkenal dari game-nya, 1.6 (lawas) dan Source (baru). Ia menjadi game perang PC yang berusaha menengahi kedua seri tersebut.

CSGO miliki grafis dengan Source Engine seperti Counter Strike Source, namun dengan gameplay yang berusaha disepadankan namun ditingkatkan dengan Counter Strike 1.6.

Meski sempat kacau saat awal rilis, namun fakta bahwa CSGO menjadi yang paling balance dari kedua serinya tidak bisa diganggu gugat.

Permainan CSGO atau CS pada umumnya adalah dasar dari semua game FPS modern saat ini. Ia punya mode sesuai nama map yang dibuat. Misalnya saja de_ untuk bomb mission/defuse (contoh: de_dust), cs_ untuk penyelamatan sandera (contoh: cs_office), dan as_ untuk assassination/pembunuhan (contoh: as_oilrig).

Tiga misi utama tersebut menjadi salah satu yang diminati banyak orang hingga saat ini. Namun yang paling sering dipertandingkan dalam esports adalah map dengan de_ atau defuse / penjinakan bom / bomb mission.

Formula tersebut kini jadi standar kebanyakan game perang khususnya yang hadir dengan formal tactical shooter. CSGO atau CS bisa dibilang pionir dari semuanya.

Semua berkat Minh “Gooseman” Le dan Jess “Cliff” Cliffe yang memulainya dengan membuat mod untuk Half Life.

 

13.Valorant

Kalo di poin sebelumnya kita bicarain CSGO atau CS, kali ini kita bicarain turunannya yang jadi salah satu game perang terbaik di PC sekaligus game esport kedua yang meniru formula CSGO atau CS.

Jika kita membicarakan format permainan, Valorant kurang lebih sama dengan CSGO atau CS yakni bomb mission dengan ragam varian seperti unrated, competitive, replication, spike rush, dsb dengan berbagai variasi seperti senjata acak atau agent acak.

Valorant juga punya mode deathmatch di mana juga dimiliki CSGO meski sebelumnya tidak ada di CS klasik jadul.

Hal yang membedakan Valorant dengan CSGO atau CS adalah bahwa game perang PC buatan Riot Games tersebut hadir dengan hero-based yang mereka beri nama agent.

Agent di Valorant miliki beragam kemampuan unik seperti memanggil asap dari udara atau bahkan mengeluarkan kamera untuk mengintip posisi musuh.

Permainannya yang tactical, seru, dan didukung oleh Riot Games baik Asia, Eropa, dan Amerika membuat Valorant menjadi fenomena ‘CS modern’ di Indonesia.

Bahkan tim esports Valorant di sini jauh lebih dikenal dibanding tim CS yang sebenarnya sudah melalangbuana karirnya sejak tahun 90-2000-an, sebut saja xCn atau NXL.

 

12.Call of Duty Series

Ngomongin game perang, rasanya ngga afdol kalo kita ngga nyentil Call of Duty, meski sangat terkenal di luar negeri, namun game milik Activision ini ngga begitu terkenal di Indonesia sampai Warzone dan COD Mobile rilis.

Meskipun demikian, komunitas Call of Duty bisa diibaratkan bak salah satu permata di tengah lumpur di Indonesia pada tahun 2010-an ke atas.

Yah walaupun awalnya mode single player game-nya dibuat buat ngalahin Medal of Honor-nya EA, tapi ngga bisa dipungkiri mode multiplayer Call of Duty ini sangat seru.

Yang bikin seru Call of Duty tentu aja sistem perk dan killstreak / scorestreak rewards yang sempet ditiru oleh beberapa game modern yang sayangnya meski sempet mau rilis di sini tapi ngga laku.

Perk adalah ability pasif yang bisa dibikin sendiri via custom class. Misalnya aja bisa jatuh dari atas bangunan agak tinggi tapi ngga kena damage, ngga bisa diincar pesawat atau rudal dari angkasa, dsb.

Sementara killstreak/scorestreak rewards adalah hadiah jika kamu berhasil membunuh musuh dalam jumlah tertentu tanpa mati.

Misalnya aja membunuh 5 musuh akan hadiahimu rudal angkasa, membunuh 10 musuh hadiahimu pesawat tank angkasa atau gunship yang bisa ngeluluh lantakkan semua musuh dengan meriam besarnya.

Mode Call of Duty juga ngga standar banget kayak CSGO atau CS meskipun ada yang sama tapi jarang banget digemari oleh fans.

Dari banyaknya mode, kita ambil beberapa aja ya. Call of Duty punya Deathmatch, Kill Confirmed, hingga Headquarters.

Deathmatch adalah mode standar di mana tim yang kill-nya paling banyak menang. Kill Confirmed mirip Deathmatch, tapi harus ambil dogtag yang dijatuhin musuh buat dihitung skor kill-nya.

Sementara Headquarters adalah rebutan poin acak yang ditunjuk sebagai ‘markas’, semakin lama dipertahanin, maka skornya semakin banyak.

Gunplay Call of Duty yang sangat cepat bikin permainan tembak tembakan ini jadi digemari oleh banyak fans karena seru banget. Memacu adrenalin dan memuaskan. Cobain deh kalo belum pernah coba.

 

11.Squad

Kamu suka Battlefield tapi pengen yang hardcore? Squad adalah jawabannya. Singkatnya sih Squad ini mirip Battlefield tapi hardcore.

Apa maksudnya dengan hardcore? Tanpa mini map, hampir 1 peluru mati, bisa nembak temen atau friendly fire, dan tanpa indikator peluru bahkan lawan dan teman. Yoi, kamu bisa aja kena peluru nyasar dari temenmu.

Mekanik senjata dari Squad dibikin semi arcade namun masih mengedepankan realisme. Jadi kalo kamu bisa ngasal aja main Battlefield, maka di Squad, kamu ngga bisa ngasal karena setiap langkahmu bakal diperhitungkan.

Komunikasi adalah yang paling penting di Squad karena kamu ngga tau teman atau lawanmu yang mana. Kamu emang bisa ngidupin temenmu nanti kalo mati, tapi karena realistis, waktunya sangat singkat.

Banyak misi yang disediakan di Squad, dan kamu harus berhati-hati di setiap langkahmu untuk memutuskan ngga hanya sembunyi, tapi juga melakukan serangan. Pergi maju sendirian? Ngga bakal jadi jaminan kalo kamu aman.

 

10.Polygon (Early Access)

Sekilas tentang Polygon ini sebenernya kloningan dari Battlefield tapi tanpa fitur kehancuran dan grafik keren.

Sesuai namanya, Polygon bergrafis poligonal 3D kotak-kotak mirip Minecraft tapi ngga Minecraft banget, masih bentuk manusia kok model 3D-nya.

Game gratis ini dikerjain oleh satu developer bernama Redaster Studio dan masih dalam masa early access di Steam.

Berbeda dengan Battlefield meskipun punya mode 16 vs 16, Polygon untuk saat ini ngga punya tank atau kendaraan yang bisa bantu tim ngancurin musuh. Game ini murni skill.

Tentu aja karena game ini masih early access maka masih banyak bug dan banyak masalah lain seperti cheater atau yang lain. Iya, kamu ngga bakal bisa nemu game tanpa cheater dewasa ini, bahkan di console-pun ada cheater.

 

9.Battlebit Remastered (Masih Masa Test)

Battlebit Remastered sebenernya belum rilis sama sekali tapi kamu bisa ikut masa uji coba game-nya yang bakal terus mereka buka selama beberapa sesi tertentu jika kamu ngikutin server Discord-nya.

Kalo dibilang game perang PC mana yang sama persis dengan Battlefield, maka Battlebit Remastered ini 80-90% sangat mirip dengan game buatan DICE tersebut.

Meskipun grafisnya kayak hasil kawin silang Roblox dan Minecraft, tapi ngga bisa dipungkiri bahwa semua fitur dalam Battlebit Remastered sama persis dengan Battlefield.

Ngga cuman perang skala besar, Battlebit Remastered juga hadirkan fitur kehancuran yang mirip dengan Battlefield. Bagi kamu veteran Battlefield, kamu bakal ngga asing banget sama Battlebit Remastered pas nyobain test-nya.

Yang bikin beda dari Battlebit Remastered ini adalah ada mode siang malam di map. Pas siang hari semua akan nampak biasa saja, tapi pas malam hari kalo kamu ngga pake nightvision maka semuanya akan keliat gelap seperti kulit saya.

 

8.Apex Legends

Bagi saya pribadi Apex Legends adalah game perang terbaik di PC bahkan di genre battle royale itu sendiri.

Gimana nggak? Mapnya banyak, punya hero yang disebut legend dengan kemampuan unik, dibikin team-based jadi ngga bisa egois, sama mekanik ala Titanfall yang puas banget meski dibikin cepat tapi ngga cepet banget.

Heey tentu saja bug dan balancing bukan jadi alasan kenapa ngga jadi yang terbaik di jajaran genre battle royale.

Apex Legends sederhananya adalah game perang dengan genre battle royale yang dicampur hero shooter. Kamu bisa mainin hero yang disebut legend dengan kemampuan uniknya masing-masing.

Misalnya aja bikin portal, ngeluncurin roket, sampe ngelempar blackhole buatan.

Karena game-nya sendiri bersetting di semesta Titanfall, game buatan Respawn Entertainment sebelumnya, maka wajar jika para legend ini bisa ngelakuin banyak banget gerakan akrobatik sampe parkour.

Sliding, manjat gedung dari bawah sampe atas (khusus legend Revenant), sampe terbang. Bedanya Respawn ngga ngasih wallrun kayak Titanfall karena mereka menganggap kemampuan tersebut terlalu overpower.

Gunfightnya cepet banget kayak Call of Duty tapi dengan kecepatan tengah-tengah. Ya, mau gimana lagi Respawn Entertainment sebenernya bentukan dari tim Infinity Ward yang pecah pas konflik Call of Duty Modern Warfare 3, jadi wajar kalo familiar.

Faktanya Vince Zampella, boss Respawn Entertainment adalah co-founder dari Infinity Ward, developer Call of Duty.

Meski hadir tanpa kendaraan selain map Olympus dan Storm Point, Apex Legends punya keunikan tersendiri untuk jelajahi map-nya. Misalnya aja terbang dengan gravity cannon dan jump tower.

Beberapa kemampuan legend juga bakal bisa bantuin kamu kelilingi map, seperti Pathfinder dengan zipline-nya, sampe Valkyrie yang literally (jaksel dikit) bisa terbang dengan jetpack-nya dan ngajak rekan satu tim buat ikutan terbang.

 

7.World War 3

Bicara Battlefield lagi, World War 3 adalah game asal Polandia yang mirip banget sama Battlefield tapi minus ngga ada mekanik kehancuran.

Secara garis besar game ini adalah game perang PC dengan tipe ground war yang sama dengan Battlefield namun dengan map yang sedikit lebih kecil.

Kamu bisa ngendarain tank, IFV, atau APC untuk nyerang musuh dan capture point tertentu yang disediakan di map.

Meski sempet flop di peluncuran awal, tapi developernya, The Farm 51 ngerilis ulang game-nya dengan upgrade yang jauh lebih baik.

Saking kerennya, World War 3 ini sempet dibilang banyak orang sebagai Battlefield 2042 yang diinginkan fans. Rilisnya ngga jauh dari Battlefield 2042 lagi, jadi kesempatan dong buat The Farm 51 buat ‘ngalahin’ popularitasnya.

Yang bikin menarik dari World War 3 adalah bahwa game perang PC yang satu ini juga adaptasi sistem scorestreak punya Call of Duty.

Kamu bisa manggil artileri untuk ngancurin area tertentu yang dideteksi ada musuhnya di radar atau manggil UAV buat ngasih tau tempat musuh.

Sayangnya karena gamenya dikerjain pake Unreal Engine dan masih pake animasi default yang belum diutik-utik lebih dalam biar agak luwes, animasi gerakan senapan saat ganti senjata jadi sedikit kaku.

 

6.Tom Clancys Rainbow Six Siege

Kalo Counter Strike adalah game yang nongol dengan fokus Counter Terrorist vs Terrorist, maka Tom Clancys Rainbow Six Siege atau selanjutnya bakal disebut Rainbow Six Siege adalah simulasi penyergapan teroris tapi semua rekan dan lawannya adalah polisi militer dan tentara.

Rainbow Six Siege secara garis besar adalah game yang fokus pada CQB atau Close Quarter Battle dan bagaimana untuk menyergap teroris dan menyelamatkan sandera, dsb.

Tim 5 v 5 akan dibagi menjadi 2 dan terdiri dari attacker dan defender. Attacker akan menyergap defender baik untuk jinakkan bom, menyelamatkan sandera, atau membunuh semua defender.

Sementara defender wajib mempertahankan diri dari serangan attacker dengan melakukan barikade jendela, pintu, atau lubang, hingga memasang jebakan dan kawat berduri agar attacker sulit melaju dengan cepat.

Setiap area tertentu khususnya kayu di Rainbow Six Siege akan bisa dihancurkan dengan granat atau ledakan bom kecuali batu bata. Player juga bisa menembus area tersebut dengan peluru, jadi ngga heran kalo kamu bisa lakukan wallbang dalam keadaan apapun.

Setiap player akan kendalikan hero yang disebut operator di mana setiap operator akan punya gadget uniknya masing-masing.

Fuze misalnya yang bisa tembakkan granat dari tembok atau lapisan kayu dengan alatnya, Ying dengan granat flashbang khusus bernama Candela yang bisa butakan musuh dalam waktu beberapa detik, Lesion dengan jebakan beracunnya, hingga yang paling baru yakni Azami yang bisa lempar kunai untuk membuat lapisan khusus demi menutupi lubang.

Tiap mode umumnya akan acak dipilihkan oleh sistem saat matchmaking, namun yang paling umum adalah jinakkan bom atau selamatkan sandera.

Tentu saja jinakkan bom bukan berarti bom akan meledak seperti CSGO, tapi hanya bom statis yang takkan meledak meskipun ditembak.

Sementara mode selamatkan sandera cukup krusial karena jika sandera yang defender lindungi terbunuh, maka attacker akan langsung kalah.

Rainbow Six Siege juga punya friendly fire, jadi kamu harus hati-hati saat menembak. Satu peluru di kepala entah teman atau lawanmu akan langsung membuatnya mati, oleh karenanya kamu harus perhitungkan setiap langkah yang kamu ambil pada nantinya.

 

5.PlayerUnknown’s Battlegrounds / PUBG Battlegrounds / PUBG

Saya rasa banyak orang Indonesia yang ngga asing lagi ya sama PlayerUnknown’s Battlegrounds / PUBG Battlegrounds / PUBG (selanjutnya bakal disebut PUBG). Karena mereka yang bukan gamer atau hobinya main game sekalipun kenal sama game ini.

Ya soalnya game-nya juga dirilis di mobile dan bisa dimainin gratis, makannya pada kenal. Tapi kali ini saya ngga ngomongin versi mobile dan fokus pada versi PC-nya.

PUBG secara sederhana adalah game yang punya dasar dari permainan genre battle royale, sub-genre dari genre survival. Dibuat oleh si PlayerUnknown sendiri yakni Brendan Greene, ia sukses memecahkan masalah utama game survival PvP dalam map besar selama ini yakni dengan sistem ring atau play area.

Terdapat 100 player di PUBG untuk berkompetisi dan bertahan hidup dalam game-nya selama mungkin hingga tersisa 1 player atau 1 squad berisi 4 orang yang berhasil selamat.

Setiap player bakal milih area tempat terjun dari pesawat militer dan setelah mendarat mereka wajib mengambil semua equipment termasuk senjata acak yang ada di areanya.

Pada setiap beberapa menit tertentu, player perlu pergi menuju ke ring selanjutnya sembari menghindari ring yang semakin membatasi area bermainnya.

Jika player terkena ring, maka ia akan terkena damage. Semakin akhir fase ring, maka damage yang ditimbulkan ring dalam game-nya akan semakin besar. Inilah yang membuat sistemnya balance untuk game survival / battle royale.

Player atau squad player yang selamat paling akhir akan mendapatkan ‘winner winner chicken dinner’ yang mana akan menjadi juara.

Berbeda dengan Apex Legends yang sangat cepat dengan waktu pertempuran sampai champion terpaut 20-25 menit saja, PUBG punya gameplay realistis yang bisa dikatakan sangat lambat. Ngga cuman dari loading, lamanya permainan juga bisa bikin kamu harus menghabiskan waktu untuk pelajari game-nya.

Jelas ini bukan buat kamu yang hanya punya sedikit waktu karena banyak pekerjaan atau tugas sekolah/kuliah. Karena untuk membuat game-nya menyenangkan, kamu harus bisa menguasainya.

Sayangnya gameplay dan learning curve atau waktu yang dibutuhkan untuk mempelajari game-nya sangat lama sehingga mau tak mau kamu harus punya jam terbang tinggi untuk bisa menguasai PUBG.

 

4.Hell Let Loose

Sama seperti Squad, game perang terbaik PC yang satu ini yakni Hell Let Loose adalah game bagi kamu yang suka dengan tema hardcore shooter.

Hell Let Loose ngga punya map, ngga punya HUD yang bisa nunjukin berapa darahmu sekarang, dsb. Ia juga punya sistem nyaris 1 hit kill di mana semua peluru yang masuk bisa saja membunuhmu.

Berbeda dengan Squad, Hell Let Loose bertema perang dunia, dengan kata lain semua senjata yang digunakan adalah senjata jadul.

Kamu juga bisa menggunakan meriam artileri, tank, dan kendaraan perang lainnya. Sayang, mekanisme artileri yang tidak begitu jelas membuat siapapun yang baru belajar akan sangat kebingungan.

Semua karena Hell Let Loose punya mekanik realistis yang sama seperti perang sungguhan.

Perang di Hell Let Loose akan sangat mirip dengan Battlefield. Ya, bayangin aja Battlefield tapi hardcore tapi nyaris ngga ada HUD yang nunjukin statusmu sama sekali, itulah Hell Let Loose.

 

3.Arma 3

Arma 3 bisa dibilang salah satu game perang dengan genre open world sandbox yang lebih dekat dengan game simulasi dibanding game perang pada umumnya.

Game ini mirip banget sama Hell Let Loose dan Squad dari segi hardcore, namun punya keunikannya tersendiri yang membuatnya ngga mungkin dirilis ke console karena kontrolnya yang sangat kompleks dan ngga sederhana sama sekali.

Sederhananya sih Arma 3 ini game simulasi tentara sungguhan yang lagi jalanin tugas berperang untuk merebut atau menghancurkan sesuatu. Misalnya saja markas hingga bandara militer.

Dalam Arma 3 player bebas melakukan apapun karena dunia open world sandbox-nya yang luas. Kamu bisa naik tank bahkan pesawat tempur jika kamu beli DLC-nya.

Iya kamu bisa main ala Ace Combat di udara atau bahkan membantu squad-mu untuk merebut markas dengan serangan udara. Seru banget kan udah kayak perang sungguhan?

Meski sangat realistis, tapi Arma 3 masih termasuk game dan tak sepenuhnya 100% realistis karena tentu saja yang namanya video game harus ada aspek ‘fun’ yang bisa dijual.

 

2.Ready or Not

Pengen main Rainbow Six Siege tapi co-op? Ready or Not jawabannya.

Sebenernya Ready or Not ngga ngikutin format Rainbow Six Siege atau franchise terkait, tapi lebih ke game jadul yang mungkin kamu yang baru lahir ngga pernah denger. Judulnya S.W.A.T.

Meski punya mode PvP, tapi Ready or Not sejatinya adalah game simulasi penyergapan polisi untuk menangkap penjahat yang ada di sebuah rumah atau kediaman tertentu demi menyelamatkan sandera atau hanya menangkap para penjahat.

Mode utama Ready or Not ini adalah co-op yang bisa dimainkan oleh player melawan musuh yang dikendalikan oleh AI atau bot. Player wajib menggunakan semua perlengkapan mereka seperti tameng anti peluru hingga kamera pengintai.

Karena mengikuti dasar permainan game jadul yakni S.W.A.T., setiap musuh yang ditemukan player tak boleh langsung ditembak, player harus meneriakinya terlebih dahulu agar musuh menyerah dan angkat tangan yang kemudian akhirnya diborgol.

Jika musuh mulai melawan, baru player wajib melumpuhkannya. Simulasi penyergapan polisi banget ngga sih?

Ready or Not ngga bakal punya HUD, namun punya friendly fire, dan komunikasi adalah hal paling krusial saat memainkan game-nya. Player harus tau role-nya masing-masing dalam pertempuran karena kerjasama adalah kunci untuk bisa menyelesaikan misi.

Sementara mode PvP-nya ada sekitar 3: VIP Escort, Team Deathmatch, dan Arrest and Rescue.

 

1.Enlisted

Selayang pandang Enlisted bakal keliatan kayak tiruan Battlefield, tapi pada kenyataannya ngga gitu, karena kamu bakal ngendaliin player dengan squad yang dikendaliin oleh AI atau bot.

Meski keliatan dikit, tapi faktanya banyak banget orang yang nongol di setiap pertandingan Enlisted karena setiap player bakal ngendaliin squad berisi bot. Ketika player mati, maka bot yang masih hidup bisa dikendalikan.

Enlisted punya sistem class-based seperti Battlefield, namun berbeda dengan Battlefield yang mana semua tentara bisa mengendarai tank atau pesawat, Enlisted justru tidak demikian. Karena class di game perang tersebut akan dibatasi dengan spesialisasinya masing-masing.

Misalnya saja jika kamu memilih class pilot, maka hanya dia saja yang bisa mengendarai pesawat dan membantu semua player yang ada di darat dari udara.

Begitu pula sniper yang mana hanya dia saja yang bisa menggunakan senjata senapan runduk tersebut untuk menyerang dari jarak jauh.

Dengan adanya bot yang bisa dikendalikan oleh player maka terdapat kepuasan tersendiri bagi player saat membunuh bot player lain meskipun dia ngga jago-jago amat.

Karena bot tersebut tak begitu pintar layaknya player pada umumnya, atau setidaknya tak memiliki aim mematikan seperti bot expert dari CS.


15 rekomendasi game perang di atas mungkin hanya cakup pada game tembak-tembakan saja, tanpa hadirkan beberapa genre strategi. Meskipun demikian, kami berharap jika daftar di atas bisa menjadi referensi buatmu yang pengen banget maen game perang berkualitas di PC.

Seperti biasa, jika kamu memiliki saran, kritik, dan masukan apapun yang mungkin saja membuat daftar di atas masih kurang banyak, jangan sungkan untuk mencantumkannya via komentar saat artikel ini dipublish di laman facebook kami kita diskusiin bareng-bareng.

Kamu juga bisa memberikan saran daftar apa lagi yang harus kami buat untuk kategori video game yang ingin kamu ketahui kedepannya. Kami akan membuat dan lakukan riset untukmu.

Namun jika kamu masih belum ada permintaan, kamu bisa langsung membaca daftar khusus video game, kultur pop, dan teknologi melalui link ini.

Sementara, bagi kamu yang menyukai teknologi, link berikut mungkin akan bisa menjadi preferensi daftar teknologi modern yang mungkin belum kamu ketahui maupun coba.


Read more articles from Ayyadana Akbar on this link.

For PC/Console video game related news, game review, and press release, please contact me at: akbar@diorama.id

For business and partnerships with diorama, please contact us at: diorama@suaramerdeka.com

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Rekomendasi Manga Horor Baru 2023

Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:00 WIB

7 Rekomendasi Manhwa Isekai Terbaik 2023

Jumat, 27 Januari 2023 | 14:00 WIB

5 Game Mirip Yu Gi Oh di Android 2023

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:30 WIB

10 Game Pixel Offline Mirip A Space for the Unbound

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:00 WIB

5 Game Survival Mirip Valheim di Android 2023

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:30 WIB

Cara Download Video Tiktok Tanpa Watermak

Jumat, 20 Januari 2023 | 19:33 WIB

Cara Pasang Steam Replay 2022 di Profil Steam-mu

Jumat, 20 Januari 2023 | 14:00 WIB

Event Diskon Steam yang Sedang Berlangsung 2023

Jumat, 20 Januari 2023 | 11:06 WIB

60 Game Terbaru yang Wajib Dinanti di 2023

Kamis, 19 Januari 2023 | 12:27 WIB

Game Online Gratis yang Rame di PC 2023

Rabu, 18 Januari 2023 | 10:32 WIB
X