Roller Champions Review – Olahraga Pemacu Adrenalin dengan Elemen ‘Tawuran’

- Kamis, 9 Juni 2022 | 17:50 WIB
Credit: Ubisoft
Credit: Ubisoft

Ubisoft juga sayangnya tidak memberikan musik lain di main menu dan hanya musik berlisensi tersebut yang mereka berikan. Padahal jika mereka bisa buat musik sendiri, streamer tidak perlu menyalakan streamer mode.

 

Koneksi Lagi, Koneksi Lagi

Selain musik, kendala teknis paling utama dari Roller Champions tentu saja adalah koneksi. Dari dulu Ubisoft terkenal dengan performa server multiplayernya yang buruk, khususnya di Indonesia, hal ini menyebabkan gangguan di tengah permainan, tak terkecuali Roller Champions.

Keburukan server ini sangat berasa ketika saya mainkan di PC. Saya merasakan bahwa jika player PC bertemu player console, maka mereka akan terlihat punya masalah framerate dengan indikator karakternya berjalan dengan tersendat-sendat.

Credit: Ubisoft

Ragam masalah lain yang diakibatkan oleh koneksi ini juga mengacu pada saat tackling, di mana jika kamu mulai lakukan tacking dan koneksi server mendadak memburuk, maka tacklingmu akan miss.

Meskipun hanya sepersekian detik, hal ini membuatnya menjadi salah satu masalah karena Roller Champions adalah game multiplayer cepat dengan fokus kompetisi. Memang sih tak begitu sering terjadi, namun ketika tiba-tiba terjadi, bisa jadi masalah.

Roller Champions juga punya masalah ketika ia dimainkan bersama player console saat matchmaking. Karena perbedaan koneksi sedikit saja bisa membuat game-nya tidak balance sama sekali.

Saya juga bisa pastikan bahwa waktu matchmaking Roller Champions tergolong lama, sekitar 1-2 menit meskipun bisa dikatakan yang memainkan game-nya lumayan banyak dengan kebutuhan player hanya enam setiap pertandingan.

Halaman:

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X