Roller Champions Review – Olahraga Pemacu Adrenalin dengan Elemen ‘Tawuran’

- Kamis, 9 Juni 2022 | 17:50 WIB
Credit: Ubisoft
Credit: Ubisoft

Diorama.id – Saya bukan fans game olahraga, namun selalu tertarik untuk mencoba game olahraga dari beberapa developer game ternama.

Faktor keinginan untuk sehat menjadi salah satu alasan bagi saya yang ingin memainkannya. Iya, memacu saya kerjanya duduk-duduk sambil menulis saja setiap harinya.

Roller Champions menjadi salah satu game yang cukup menarik hati saya sejak pertamakali diumumkan. Ini karena konsep balapan roller blade digabung dengan permainan ala bola basket menjadikan salah satu game buatan Ubisoft tersebut menjadi sangat unik.

Baca Juga: Nyicip Demo Boundary – Perang Astronot Seru!

Ubisoft kembali mencoba mendekati para fans dengan Roller Champions yang hadir dengan bisnis free to play setelah sebelumnya sempat tergusur di Hyperscape yang sayangnya tidak memenuhi ekspektasi.

Ohya, kamu yang ngga mau baca per-page bisa klik link berikut atau tambahkan ?page=all di belakang alamat website ini biar bisa baca semua lamannya ya.

Setelah saya sempat mencoba beta-nya dan menjadi tester selama beberapa hari tahun lalu, Roller Champions akhirnya dirilis akhir bulan Mei 2022 kemarin. Menggelitik saya untuk mencoba sejauh mana Ubisoft mengubah permainannya.

Sejujurnya saat uji coba, gameplay dasar dari Roller Champions sudah selesai, namun banyak hal yang kurang seperti animasi hingga masalah performa. Meskipun tentu saja saya tidak mengalami masalah performa saat mencobanya.

Baca Juga: Impostor Factory Review – Tangis Bahagia dalam Sebuah Plot Twist

Pemainan Roller Champions cukup unik dan memacu adrenalin, khususnya bagi kamu yang mungkin suka balapan atau olahraga seperti skateboard dengan freestyle-nya. Ia akan terus membuatmu ketagihan untuk mainkan game-nya lagi dan lagi. Belum lagi ukurannya yang cukup kecil sekitar 4-5 GB saja saat saya memainkannya.

Namun tentu saja kepopulerannya akan bergantung sejauh mana Ubisoft akan memberikan dukungan terhadap game-nya pada nantinya.

Lantas bagaimana pengalaman saya memainkannya selama kurang lebih seminggu? Berikut review saya.

 

Sensasi Adrenalin Tinggi dengan Freestyle Terbatas

Ranked Match miliki ragam tier level sesuai kemampuanmu / Credit: Ubisoft

Roller Champions pada dasarnya adalah game balapan berbalut bola basket/rugby karena kamu harus masukkan bola ke dalam ring dalam pertandingan 3v3. Kamu bisa menikmati Quick Match, Ranked Match, dan Surprise Event untuk mode utama selain latihan.

Saya rasa kamu sudah paham banget Quick Match dan Ranked Match, namun sayang ngga ada informasi buat Surprise Event karena saat saya mencobanya belum ada sama sekali. Tapi akan lebih baik jika ini bisa jadi rasa baru dan ngga hanya tiap hari tertentu aja.

Setiap lap lewati checkpoint dalam map akan berimu 1 poin / Credit: Ubisoft

Terdapat tiga map yang bisa dinikmati di Roller Champions: Acapulco, Mexico, dan Chichen Itza, sayangnya pemilihan acak di Quick Match seringkali memilihkanmu dengan map Acapulco. Membuat saya pribadi sedikit bosan karena sistem cukup jarang memilihkan Mexico maupun Chichen Itza.

Mode yang bisa kamu nikmati di Roller Champions saat ini / Credit: Ubisoft

Tentu saja kamu bisa memainkannya di mode custom yang disediakan Ubisoft, namun bagi player solo ini akan sangat membosankan karena musuhmu adalah AI jika kamu tidak memiliki teman bermain.

Peraturan permainan Roller Champions sangat simple, kamu hanya perlu merebut bola yang diberikan kemudian berputar mengelilingi arena hingga beberapa kali via checkpoint yang disediakan, kemudian melempar bola ke ring.

Acapulco adalah arena yang paling sering saya mainkan di random match / Credit: Ubisoft

Kamu bisa melakukan perputaran mengikuti panah di arena atau justru berputar sebaliknya. Semua bisa berimu skor asal kamu sudah melakukan putaran.

Terdapat beragam strategi yang bisa dilakukan, mulai dari membawa bola sendiri hingga tentu saja bekerjasama dengan rekan satu tim baik dioper sesuai lap, atau kamu sebagai pembawa bola lakukan perputaran kemudian dioper ke teman satu timmu yang sudah siap sedia di dekat ring tanpa lakukan putaran.

Kamu juga bisa lakukan putaran hingga lima kali untuk cetak skor lima, batas maksimal skor yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan.

Di sepanjang permainan kamu juga bisa rusuh dengan tackle player musuh satu persatu untuk membuka jalan bagi pembawa bola di timmu.

Perpaduan balapan dan bola ini tak hanya dipicu dengan balapan sederhana saja, namun juga freestyle ala Roller Champions sendiri. Kamu bisa melompat, pergi ke pinggir arena balap untuk lakukan booster kecepatan, hingga lakukan tackle.

Banyak cara untuk mencetak skor, baik lakukan tackle hingga mengoper bola ke rekan satu tim / Credit: Ubisoft

Tak hanya itu, kamu juga bisa lakukan freestyle dengan melompat cukup tinggi sembari membawa bola atau hanya gabungkan tackle musuh dengan lompatan agar terlihat indah dan mengecoh.

Animasi balapnya yang kini telah dipoles dengan baik oleh Ubisoft berikan sensasi balapan pemacu adrenalin yang sangat imersif dan seperti yang bisa diharapkan dari Ubisoft yang sudah berpengalaman mengembangkan game olahraga khususnya balap.

Sayangnya freestyle yang terbatas membuat Roller Champions terasa kurang, kamu hanya bisa melakukan tackle biasa dengan lompatan indah jika digabungkan. Ia tak bisa beri opsi seolah kamu mampu menghindari tackle musuh dengan freestyle lompatan tersebut baik secara manual maupun otomatis.

Jadi ketika kamu melakukan freestyle dengan tombol sederhana yakni lompat, kamu bakal kesulitan untuk menghindari tackle musuh. Tentu saja ini memberikan tantangan tersendiri, namun bakal terasa sia-sia.

Variasi freestyle yang hanya lompat juga kurang membuat permainannya menarik karena ini bakal hanya bisa dikuasai oleh player advanced saja dan wajib gunakan controller. Akan lebih keren jika Ubisoft tambahkan kemampuan seperti meliuk-liuk di arena atau opsi untuk membuat ‘fake’ agar musuh terkecoh.

Credit: Ubisoft

Menariknya? Kamu sebenernya bisa belajar freestyle ini di laman options dan tidak di tutorial. Ubisoft tidak akan mengajarimu di tutorial dan hanya bisa dilatih via config saja di mode training. Membuat perbedaan skill antara kamu dan tim musuh bisa jauh sekali.

Di tengah permainan, kamu akan menikmati komentator yang berkomentar di sepanjang pertandingan Roller Champions. Sayang, mereka hanya sedikit berkomentar dan tidak memberikan komentar penuh layaknya sepak bola.

Padahal jika Ubisoft melakukan ini, keimersifannya sebagai game olahraga bakal semakin menjadi. Tak terkecuali jika mereka juga tambahkan perkenalan tim dengan animasi dan komentar berdasarkan pencapaian tim. Misalnya saja berbicara seperti, “Berikut apa yang telah mereka capai selama ini” dibanding hanya perkenalan animasi tiga karakter dengan ‘gelar’-nya masing-masing.

Permainannya yang cepat bisa bikin kamu yang ngga sabaran bisa mengucapkan sumpah serapah karena saat kamu akan berhasil merebut, kamu tidak akan bisa merebutnya karena musuh lebih jago misalnya.

 

Bukan XP yang Kamu Dapatkan, Tapi Fans

Fans adalah XP utamamu baik menang atau kalah dalam pertandingan / Credit: Ubisoft

Permainan Roller Champions yang sederhana juga mengubah sistem progression yang diberikan Ubisoft. Kamu takkan mendapatkan XP setelah permainan selesai baik menang maupun kalah. Ia diganti dengan fans yang secara sederhana sama persis dengan fungsi XP.

Fans simplenya akan membuka kesempatan untuk menaikkan level demi membuka battle pass bernama Roller Pass yang tersedia dalam game-nya.

Fans akan tambah level Roller Pass-mu / Credit: Ubisoft

Roller Pass saat review ini dilakukan hanya mentok sampai level 30 / Credit: Ubisoft

Saat tulisan ini ditulis, Roller Pass hanya capai hingga level 30 baik untuk lajur gratis maupun berbayar. Fungsinya sama seperti battle pass pada umumnya, kamu akan dapatkan item kosmetik untuk percantik karaktermu yang kamu buat sendiri.

Kamu bisa buat karaktermu sendiri di game dan mengkustomisasinya / Credit: Ubisoft

Roller Champions punya misi sama seperti game gratis lainnya dengan hadiah XP atau di sini sebutannya Fans / Credit: Ubisoft

Roller Champions juga miliki beberapa misi harian yang bisa menambah fans-mu, misalnya saja menerima operan dari rekan satu tim, atau hanya menggunakan item rare di setiap match.

 

Gacha dengan Bola

Kamu bisa gacha via loot ball dengan ragam item tertentu sebagai hadiah / Credit: Ubisoft

Karena Roller Champions adalah game gratis, maka Ubisoft perlu berbisnis agar mereka bisa menghidupi karyawannya dan juga servernya.

Sama seperti game gratis lain, Roller Champions hadirkan gacha berupa Lootball dengan Roller Pass yang bisa memberimu ragam hadiah berupa item kosmetik dengan tingkat kelangkaannya masing-masing.

Ngga mau gacha? Kamu bisa membeli item kosmetik dengan uang asli dalam game-nya / Credit: Ubisoft

Kamu bisa kustomisasi gelar dan banner untuk perkenalan karaktermu / Credit: Ubisoft

Sepatu roda adalah salah satu item yang bisa kamu kustomisasi dalam game-nya / Credit: Ubisoft

Tentu saja item ini bisa kamu beli di toko digital Roller Champions, namun kamu juga bisa mendapatkannya via gacha Lootball, atau pakai opsi lain yakni via Roller Pass.

Roller Pass untuk saat ini hanya seharga 79 ribu rupiah, belum jelas apakah akan meningkat pada nantinya / Credit: Ubisoft

Menariknya, Roller Pass dari Roller Champions sangat terjangkau dan sudah termasuk murah untuk urusan battle pass. Setidaknya untuk saat ini.

Jika pada umumnya battle pass akan dibanderol dengan harga 100-140 ribu rupiah, maka Roller Pass dibanderol seharga 500 Wheels atau setara 79 ribu rupiah.

 

Hadir dengan Musik Keren, Tapi Ngga Ramah Bagi Streamer

Roller Champions adalah game olahraga maka ngga heran apabila Ubisoft telah mempersiapkan lisensi musik berbayar yang mereka putar di menu. Kamu bisa mengganti musiknya sesuka hati untuk mencari yang kamu suka.

Kamu bisa ganti musik di main menu di bagian kanan bawah, tidak ada playlist, tidak ada musik non-copyright, jadi jika kamu mau livestream game-nya harus disetting untuk nyalakan menu 'Streamer mode' / Credit: Ubisoft

Sayangnya kamu ngga bisa melihat berapa musik yang ada di menu untuk bisa kamu play. Dengan kata lain ketika kamu pilih next, maka ia akan memutar musik secara acak dan tidak bisa kamu tebak mana yang musik yang kamu suka tadi.

Musik berlisensi ini tentu saja tidak ramah bagi streamer karena jika kamu tidak menyalakan opsi streamer mode di menu, maka kamu akan terkena copyright notice saat livestream Roller Champions.

Ubisoft juga sayangnya tidak memberikan musik lain di main menu dan hanya musik berlisensi tersebut yang mereka berikan. Padahal jika mereka bisa buat musik sendiri, streamer tidak perlu menyalakan streamer mode.

 

Koneksi Lagi, Koneksi Lagi

Selain musik, kendala teknis paling utama dari Roller Champions tentu saja adalah koneksi. Dari dulu Ubisoft terkenal dengan performa server multiplayernya yang buruk, khususnya di Indonesia, hal ini menyebabkan gangguan di tengah permainan, tak terkecuali Roller Champions.

Keburukan server ini sangat berasa ketika saya mainkan di PC. Saya merasakan bahwa jika player PC bertemu player console, maka mereka akan terlihat punya masalah framerate dengan indikator karakternya berjalan dengan tersendat-sendat.

Credit: Ubisoft

Ragam masalah lain yang diakibatkan oleh koneksi ini juga mengacu pada saat tackling, di mana jika kamu mulai lakukan tacking dan koneksi server mendadak memburuk, maka tacklingmu akan miss.

Meskipun hanya sepersekian detik, hal ini membuatnya menjadi salah satu masalah karena Roller Champions adalah game multiplayer cepat dengan fokus kompetisi. Memang sih tak begitu sering terjadi, namun ketika tiba-tiba terjadi, bisa jadi masalah.

Roller Champions juga punya masalah ketika ia dimainkan bersama player console saat matchmaking. Karena perbedaan koneksi sedikit saja bisa membuat game-nya tidak balance sama sekali.

Saya juga bisa pastikan bahwa waktu matchmaking Roller Champions tergolong lama, sekitar 1-2 menit meskipun bisa dikatakan yang memainkan game-nya lumayan banyak dengan kebutuhan player hanya enam setiap pertandingan.

Credit: Ubisoft

Tentu saja saya berharap bahwa Ubisoft akan memperbaiki masalah servernya di masa depan agar tak lagi terjadi stutter dan penyendatan di tengah permainan.

Mereka juga bisa memperbaiki masalah matchmaking yang bisa dikatakan tergolong lama jika dibandingkan game gratis lain. Padahal playernya hanya enam setiap pertandingan.

 

Kesimpulan

Credit: Ubisoft

Roller Champions bisa dikatakan jadi penebus dosa Hyper Scape yang sempat gagal sebagai game gratis dari Ubisoft.

Permainannya yang seru dan asyik membuatnya menjadi salah satu game yang tak hanya memacu adrenalin, namun juga menggugah jiwa olahraga dari setiap playernya.

Sayangnya tingkat penguasaannya yang sangat tinggi membuat skill gap antara player newbie dengan mereka yang sudah ahli menjadi sangat jauh.

Credit: Ubisoft

Untuk saat ini masih belum banyak mode dan map yang hanya terbagi tiga saja. Ubisoft juga masih belum memberikan musik custom agar aman bagi streamer karena saat ini.

Masalah koneksi juga masih perlu jadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Ubisoft jika mereka ingin game-nya bertahan lama. Ini belum termasuk konten game-nya yang saat ini masih bisa dikatakan cukup minimalis.

Credit: Ubisoft

Ubisoft juga nampak sangat berhati-hati dalam urusan konten untuk saat ini, namun hal ini bisa menjadi kunci bagaimana Roller Champions akan bisa menarik hati para fans baru dan membuat fans lama bertahan ke depannya.

Roller Champions

  • Platform: PC, PlayStation 4/5, Xbox One/Series
  • Durasi Permainan: Game online, tidak terbatas
  • Harga: Gratis
  • Skor: OKE

Game Ini Cocok untuk

  • Penikmat game kompetitif unik.
  • Pecinta kerusuhan di game olahraga.
  • Mereka yang tak punya banyak waktu karena sibuk.
  • Mereka yang storage-nya terbatas.
  • Pemburu game gratis.

Game Ini Tidak Cocok untuk

  • Mereka yang tidak sabaran dan gampang marah.
  • Penyuka game dengan ratusan konten.

Read more articles from Ayyadana Akbar on this link.

For PC/Console video game related news, game review, and press release, please contact me at: akbar@diorama.id

For business and partnerships with diorama, please contact us at: diorama@suaramerdeka.com

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X