Review Film Satria Dewa Gatotkaca : Sebuah Perpaduan Budaya Klasik dan Modern yang Gemilang

- Senin, 13 Juni 2022 | 10:19 WIB

Diorama.id - Film superhero di Indonesia memang cukup jarang, dan perlu keberanian besar dari para orang belakang layar untuk membuatnya. Namun kehadirannya tentu cukup dinantikan juga oleh para pecinta film dengan genre serupa. 

Setelah film Gundala melejit pada tahun 2019 silam, akhirnya Indonesia dihadirkan kembali dengan film superhero  yang kali ini merepresentasikan pewayangan Jawa.

Hal ini cukup menarik, karena Gatotkaca sendiri merupakan tokoh pewayangan yang populer di Indonesia, dalam setiap pagelaran wayang tokoh ini selalu menjadi tokoh yang hampir tidak pernah terlewatkan kehadirannya. 

Satria Dewa Gatotkaca, film superhero lokal dengan konsep universe

Tokoh kharismatik yang memiliki julukan otot kawat tulang besi ini, kini dihadirkan kembali ke layar lebar. Lebih menariknya lagi kali ini tokoh yang merupakan anak kedua dari Bima atau Bratasena ini dihadirkan dan dikisahkan secara modern. 

Sinopsis 

Mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Yuda (Rizky Nazar), dan Ibunya yang bernama Arimbi (Sigi Wimala) yang tinggal bukit Tetuka.

Mereka ditinggal sang Ayah yang bernama Pandega (Cecep Arif Rahman) demi keselamatan mereka berdua, karena keluarga tersebut memiliki gen Pandawa yang diburu oleh para gen Kurawa. 

Akhirnya Yuda dan Ibunya pun harus berjuang demi melanjutkan hidup, merekapun pindah ke kota Bernama Astinapura.

Halaman:

Editor: Andi Permana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X