Review Stray – Petualangan Kocheng Oren dalam Dunia Cyberpunk

- Senin, 25 Juli 2022 | 14:39 WIB
Review Stray bahasa Indonesia, gambar diedit oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive
Review Stray bahasa Indonesia, gambar diedit oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

 

Kesimpulan

Stray bukan game yang semata-mata hanya meme seperti game simulasi, melainkan game yang akan ajakmu mengeksplorasi dunia karena rasa ingin tahumu yang sangat kuat, khususnya bagi pecinta sci-fi.

Hadir dari daya tarik untuk memerankan kucing, kalian akan merasakan bagaimana kehidupan dunia Stray yang sangat kompleks dan mengetahui sifat manusia dan karyanya yang pada akhirnya membawa mereka kepada keruntuhan dunianya.

Gambar oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

Kalian juga akan menemukan ragam anekdot unik antara robot yang polos dan seolah memiliki jiwa, hingga bagaimana si kucing oren yang tak hanya bebas, namun juga punya rasa ingin tahu tinggi membawanya untuk menyelamatkan dunia.

BlueTwelve sukses hadirkan game kucing yang bukan simulasi dan meraciknya dengan keseimbangan yang sangat apik tak hanya dari segi grafis, namun juga mekanis.

Meski Stray memiliki ide yang cukup unik, namun beberapa hal lain seperti pertempuran terasa kurang berkembang dengan baik seiring berjalannya cerita dan interaksi yang kurang cukup membuatnya sedikit mengecewakan bagi player yang suka berinteraksi maupun lakukan pertempuran.

Namun plot cerita sederhana yang simpan makna dalam tentang teknologi dan alam membuyarkan semuanya. Menjadikannya satu-satunya game kucing yang bukan simulasi semata dengan memanfaatkan gambaran umum bagaimana kucing liar di luar sana bertahan hidup.

Gambar oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

Halaman:

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X