Review Stray – Petualangan Kocheng Oren dalam Dunia Cyberpunk

- Senin, 25 Juli 2022 | 14:39 WIB
Review Stray bahasa Indonesia, gambar diedit oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive
Review Stray bahasa Indonesia, gambar diedit oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

Misalnya saja dominasi warna merah yang tunjukkan waspada dan bahaya, oranye yang sendu, rileks, dan syahdu, hijau yang tunjukkan rasa aman, hingga campuran hijau dan biru yang tunjukkan nuansa misterius.

Gambar oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

Banyak wilayah yang bisa berimu rasa aman, namun tak sedikit yang bisa bikin kamu waspada dan hati-hati karena nuansanya yang sangat mencekam.

Terdapat ragam wilayah selain Slum yang bisa kamu eksplorasi, dan semuanya memiliki nuansa tertentu yang berbeda, tak hanya ruangan, namun juga kota dan daerah tertentu. Bener banget, Slum bukan satu-satunya kota yang bisa kamu eksplorasi.

Sayangnya saya menemukan beberapa aset minimalis yang kurang oke. Misalnya saja sarang Zurk yang jaring-jaringnya dibuat begitu saja tanpa adanya detail yang lebih rumit, hingga Zurk, makhluk seperti alien di game Half-Life yang didesain simple dan tak sedetail si oren.

Sarang Zurk tak begitu terlihat detail / Gambar oleh Diorama.id / Credit: BlueTwelve, Annapurna Interactive

Meski tidak mengganggu karena pada umumnya wilayah ini tidak memberikan dampak yang cukup gila dalam game-nya, namun tampilan Zurk yang sederhana membuatnya terkesan jomplang setelah model 3D-nya disorot cahaya.

 

Elemen Stealth Hingga Pertempuran Sengit

Sebagai kucing biasa, kamu tentu tidak mengharapkan bahwa Stray akan hadirkan elemen pertempuran bukan? Oh atau mungkin kamu berharap bisa berantem melawan para Zurk? Tentu saja kamu salah besar.

Halaman:

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X