Pembuat Konsep Dunia Virtual Pertama Ragukan Metaverse Milik Facebook

- Selasa, 30 November 2021 | 16:13 WIB
Salah satu pembuat konsep dunia virtual pertama ragu bagaimana Metaverse milik Meta (Facebook) akan sukses setelah pengalamannya selama satu dekade / Meta
Salah satu pembuat konsep dunia virtual pertama ragu bagaimana Metaverse milik Meta (Facebook) akan sukses setelah pengalamannya selama satu dekade / Meta

Diorama.id – Metaverse disebut sebagai ‘dunia baru’ yang dikembangkan oleh Meta (Facebook). Membuat sebuah dunia virtual 3D dengan gabungan teknologi canggih. Namun salah satu pembuatnya sendiri justru meragukan bahwa Metaverse yang dibuat oleh Meta (Facebook) akan sukses.

Berbicara kepada Axios, Philip Rosedale yang merupakan salah satu pembuat konsep dunia virtual pertama melalui video game buatannya, Second Life meragukan jika Metaverse milik Meta (Facebook) akan sukses.

Menurut pengalamannya dari Second Life yang telah dirilis tahun 2003 silam, game tersebut bukanlah untuk semua orang. Banyak pemainnya yang merasa tidak seperti berada di ‘rumah baru’ saat memainkannya. Kebanyakan eksistensi mereka di dunia virtual terlihat dan terasa canggung. Hal ini mengakibatkan banyak dari pemainnya yang login hanya sebentar kemudian pergi dari Second Life.

Baca Juga: Ubisoft Connect Mendadak Muncul di SteamDB, Kembali ke Steam?

Metaverse buatan Meta (Facebook) sendiri digembar-gemborkan akan jadi ‘dunia kedua’ yang akan membuat banyak orang betah untuk login dan menikmatinya menggunakan avatar, VR, bahkan bisa merasakan dunia yang tak nyata tersebut.

Rosedale yang telah merasakannya selama satu dekade telah membuktikan bahwa dunia virtual seperti Metaverse akan sangat meragukan. Ia sendiri hingga saat ini belum menemukan jawaban dari pertanyaan apakah orang akan mau berlama-lama di dunia virtual seperti yang dipromosikan oleh Meta (Facebook) di produknya sendiri.

Baca Juga: Hanya 5 Hari, Squid Game Buatan MrBeast Kalahkan Penonton Acara Aslinya

Kendati demikian, Rosedale mengaku bahwa dunia virtual seperti Metaverse memiliki potensi di masa depan, karena publik bisa menemukan teman baru dan berbicara soal ketidak-adilan. Namun dengan syarat kebebasan publik tanpa dikontrol oleh sebuah perusahaan besar. Karena menurutnya untuk melakukannya akan membutuhkan kekuatan yang sangat besar dari perusahaan teknologi semacam Meta (Facebook).

Halaman:

Editor: Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X