Rusia Tengah Pertimbangkan Legalisasi Software Bajakan Untuk Melawan Sanksi Larangan Teknologi

- Jumat, 11 Maret 2022 | 15:53 WIB

Diorama.id - Seperti yang kita tahu jika saat ini Rusia tengah melakukan invasi terbuka kepada negara tetangganya yakni Ukraina. Bahkan Rusia kini mendapat berbagai sanksi dari banyak perusahaan untuk menghentikan invasi militer mereka ke Ukraina.

Bahkan, beberapa perusahaan sebelumnya juga telah menarik perusahaan mereka disana, diantaranya seperti Microsoft, Sony, Adobe, dan Apple.

Mereka kini telah telah menarik pasar mereka dari Rusia. Selain perusahaan teknologi, juga terdapat beberapa industri video game seperti EA, CD Projekt Red, dan Take-Two juga menghentikan penjualan game mereka di Rusia.

Baca Juga: Apple Mengumumkan iPhone SE 3 dengan Chipset A15 dan Jaringan 5G!

Akibat pelarangan tersebut, Rusia kemudian merespon dengan cara mempertimbangkan untuk ’mengizinkan’ dan melegalisasi penggunaan software bajakan.

Dilansir dari TorrentFreak, Saat ini Departemen Ekonomi Rusia mengeluarkan proposal berjudul ‘Priority Action Plan for Ensuring the Development of the Russian Economy in the Conditions of External Sanctions Pressure,’.

Proposal itu berisikan beberapa kebijakan dengan tujuan untuk menstabilisasi ekonomi Rusia dibawah tekanan sanksi.

Baca Juga: Apple Dirumorkan Akan Hadirkan Warna Baru untuk Perangkatnya Warna Daun dan Janda!

Halaman:

Editor: Rizki Arif Priyanto Nugroho

Tags

Terkini

Redmi 9 MIUI 13 Akan Segera Hadir, Berikut Informasinya!

Kamis, 22 September 2022 | 18:49 WIB

Realme 10 Rilis Tahun 2023, Kapasitas Baterei Bocor!

Rabu, 21 September 2022 | 18:36 WIB

Realme GT Neo 3T Siap Dijual di Pasar Asia

Sabtu, 17 September 2022 | 17:56 WIB
X