Tak Laporkan GPU yang Terjual ke Miner, NVIDIA Kena Denda 79 Miliar Rupiah

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 13:00 WIB
Credit: NVIDIA
Credit: NVIDIA

Diorama.id – Bisnis perusahaan tidaklah mudah karena perusahaan harus melaporkan semuanya ke investor termasuk penjualan dan keuntungan mereka untuk bagi hasil. Sayang, hal ini dimanfaatkan NVIDIA untuk cari keuntungan penjualan GPU yang berujung buntung.

Hal ini karena NVIDIA dilaporkan tidak melaporkan berapa GPU dan peningkatan pemasukan mereka dari miner mata uang kripto kepada para investor. Mereka justru menutupi bahwa keuntungan fantastis tersebut hadir dari para gamer.

Kabar ini hadir dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat yang mengumumkan bahwa mereka layangkan denda NVIDIA sebesar 5.5 juta USD atau sekitar 79 miliar rupiah atas perbuatannya tersebut.

Baca Juga: GPU Tercepat NVIDIA Mulai Masuki Uji Coba Alpha

Tentu saja, NVIDIA tidak mau mengakui perbuatannya, namun mereka berjanji untuk menghentikan kegagalan apapun yang melanggar hukum demi mengungkap kebenaran informasi.

Denda ini hadir sejak tahun fiskal NVIDIA di 2018, pihak Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat mencatat bahwa NVIDIA melihat ledakan penjualan tambang kripto di tahun 2017 yang mana keuntungan dari hasil tambang Ethereum meningkat pesat.

Kegiatan tambang-menambang mata uang virtual tersebut mengakibatkan penyebaran GPU tidak merata yang membuat NVIDIA mengembangkan sendiri GPU untuk mining agar gamer masih kebagian jatahnya.

Baca Juga: 7 Orang Hacker NVIDIA, Samsung, dan LG Akhirnya Ditangkap

Meskipun demikian, para karyawan NVIDIA mengaku bahwa GPU khusus gaming masih terjual kepada para penambang. Laporan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat menyebutkan bahwa karyawan NVIDIA di Tiongkok mengaku terdapat peningkatan permintaan GPU gaming di sana akibat tambang kripto.

Halaman:

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X