Bandai Namco: Akuisisi Hanya akan Merepotkan Publisher Game Indie

- Kamis, 1 September 2022 | 08:21 WIB
The Dark Pictures Anthology The Devil in Me / Credit: Supermassive Games, Bandai Namco
The Dark Pictures Anthology The Devil in Me / Credit: Supermassive Games, Bandai Namco

Bandai Namco jelaskan bagaimana publisher kecil bakal kerepotan jika akuisisi terus dijalankan developer dan publisher besar.

Diorama.id – Selain kenaikan harga dan inflasi, akuisisi menjadi kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana keadaan industri video game selama beberapa tahun terakhir.

Ini ditunjukkan dengan banyaknya perusahaan yang mulai lakukan akuisisi sesuka hati mereka. Microsoft seolah menjadi perusahaan yang memulai tren ini semakin menggelora setelah mereka sukses akuisisi ZeniMax, induk perusahaan dari Bethesda dan developer maupun publisher game di bawahnya.

Akuisisi Microsoft kemudian diikuti Sony yang mulai caplok Insomniac Games yang sempat bekerja bersama mereka selama bertahun-tahun dan sukses berikan pundi-pundi uang besar berkat Marvels Spider Man yang kemudian dilanjut dengan akuisisi Bungie, dev Halo dan Destiny 2.

Baca Juga: Bandai Namco akan Rilis Game Time Crisis Baru?

Ini termasuk bagaimana Embracer Group dapatkan lebih dari 50 judul game dan tiga studio dari Square Enix yakni Eidos Montreal, Square Enix Montreal, dan Crystal Dynamics. Belum termasuk akuisisi perusahaan lainnya.

Melihat fenomena tersebut, Bandai Namco yang telah lama berkecimpung di industri game dengan fanservice-nya menjelaskan bahwa hal ini akan merepotkan publisher game indie.

Berbicara kepada GamesIndustry, CEO Bandai Namco Eropa, Arnaud Muller menjelaskan bagaimana cara mereka membuat game dari segi bisnis jika mereka bekerjasama dengan studio lain.

Halaman:

Editor: Ayyadana Akbar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X